Rabu, 01 Mei 2013

Sukses Bakso Bakkar


Selama ini, sajian bakso identik dengan kuali kaldu nan gurih. Namun, kini ada juga bakso yang dibakar, layaknya memanggang sate. Namun, dalam penyajiannya, kuali gurih tetap melengkapi menu bakso bakar itu. Belakangan ini penggemar bakso bakar terus saja bertambah. Tak heran, pengusaha bakso pun mengembangkan menu bakso bakar sebagai variasi menu mereka. Salah satu yang juga menambah menu baru ini adalah Bakso Kaget Indonesia, pemilik usaha Bakso Kaget. Sejak enam bulan lalu, perusahaan berbasis di Bandung ini mulai menawarkan kemitraan Bakso Bakkar. Kini, sudah ada dua mitra yang bergabung, yakni mitra dari Cibubur dan mitra di Tangerang.

Menurut Sari Sumiati, Marketing Bakso Kaget Indonesia, salah satu keunggulan Bakso Bakkar terletak pada saos bakso. "Kami memiliki tiga jenis saos, yakni saos mayonai-se, lada hitam, dan saos kacang," ujar Sari. Bagi Anda yang tertarik menjadi mitra, Bakso Bakkar, mengutip biaya investasi Rp 15 juta. Selanjutnya, perusahaan akan memberi mitra berbagai peralatan pendukung usaha, seperti booth, kompor, alat panggangan, banner logo, serta seragam operasional. Jika kebanyakan pedagang menyajikan menu bakso kedalam sebuah mangkuk, Bakso Bakkar punya kemasan khusus berupa wadah kertas sekali pakai. Dengan mengusung konsep take away, mjt-ra pun tidak perlu menyediakan meja, kursi serta mangkuk.

Agar rasa bakso tetap terjaga kualitas dan rasanya, Sari menganjurkan mitra untuk membeli bakso dari pusat dengan harga Rp 900 per butir. Sedangkan untuk bumbu bakso bakar, biaya yang harus dikeluarkan oleh mitra sebesar Rp 40.000 untuk 150 porsi bakso. Sedangkan harga saos kacang dan lada hitam Rp 57.000, sedangkan mayonaise Rp 94.000.

Jikaingin menambah menumie, Bakso Bakkar juga menyediakan mn dengan harga Rp 6.000 per bungkus untuk 10 porsi. Dalam penyajiannya, bakso bakar ini juga diberi tambahan daun selada serta irisan tomat. Namun mitra sendiri yang ha-rus menyediakan bahan-bahan ini.

Sistem pendukung.
Satu porsi bakso bakar dibanderol dengan harga Rp 8.000. Dengan harga bersaing ini, Sari menargetkan mitra dapat menjual sekitar 80 porsi. Alhasil, mitra pun bisa me-raup omzet sekitar Rp 640.000 tiap harinya Dengan hitungan itu, modal mitra bisa kembali dalam kurun waktu tiga hingga empat bulan. Ia juga menyarankan, mitra menjual varian menu lainnya khususnya minuman, supaya modal mitra cepat kembali. "Kami memberi kebebasan pada mitra, jika mereka ingin menambah menu-menu baru," terang Sari.

Karena konsep usaha bakso bakar ini adalah kemitraan, maka bagi mitra yang bergabung nantinya juga tidak bakal dikenai pungutan berupa biaya royalti atau biaya manajemen. Menurut Konsultan Wirausaha dan Praktik Bisnis, Kho-erussalim Ikhsan, dalam bisnis makanan ini yang paling sering menjadi masalah adalah support system. Makanya, ia menyarakan kepada calon mitra untuk berhati-hati, kare-nansaha Bakso Bakkar sendiri baru berjalan enam bulan. "Karena masih relatif baru, ada kemungkinan support systemnya masih rapuh," ingat Khoerussalim.

Namun, salah satu nilai lebih Bakso Bakkar ini karena mereka mendompleng nama besar perusahaan induk, Bakso Kaget Indonesia yang saat ini sudah mulai dikenal. "Brand perusahaan induk lebih mudah dikenal, sehingga mitra tidak perlu lagi membangun mulai dari nol," ujarnya 

Sumber : blog-wirausaha.blogspot.com

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar