Senin, 22 Juli 2013

Sean Parker Founder of Napster

Tulisan ini saya posting sebagai awal mencoba berbagi disini sekaligus sebagai sarana perkenalan saya dengan kompasianer yang lain. Tulisan ini sebenarnya sudah saya posting di blog saya, cuma saya memutuskan utnuk berbagi juga disini sebab tokoh yang saya bahas ini cukup inspiratif. Selamat membaca.

Awalnya, saya tidak mengetahui nama dari enterpreneur pendiri Napster ini dan juga tidak pernah terpikir akan membuat tulisan mengenainya. Saya mengetahui pertama kali namanya setelah menonton film The Social Network, sebuah film yang menceritakan kisah perjalanan situs jejaring sosial Facebook. Parker ikut terlibat dalam perjalanan perkembangan Facebook, dia berperan sebagai salah satu investor sekaligus sebagai salah satu presiden disana.

Sean Parker dilahirkan pada tanggal 3 Desember 1979, sekarang berusia 31 tahun. Parker dikenal sebagai entrepreneur di bidang teknologi informasi dengan ikut mendirikan Napster, Plaxo, dan Causes serta terlibat dalam perkembangan Facebook. Dia sempat menjabat sebagai salah satu Presiden Facebook, sebelum akhirnya diberhentikan sesaat setelah dia tertangkap di North Carolina pada tahun 2005. Dia ditangkap sebab di rumah yang disewa menggunakan namanya yang dia gunakan untuk berlibur bersama beberapa orang kawan ditemukan satu bungkus plastik berisi serbuk putih yang ternyata adalah kokain. Dia sempat ditahan selama beberapa hari sebelum akhirnya dilepaskan dikarenakan belum adanya tuntutan untuk dirinya. 

Awalnya CEO Facebook, 
Mark Zuckerberg, tidak berpikir untuk memberhentikan Parker. Namun atas desakan dari salah satu investor utama sekaligus Vice CEO Facebook waktu itu, Jim Breyer, akhirnya Parker diberhentikan dari jabatannya sebagai Presiden dengan alasan bahwa dia dapat membawa pengaruh buruk terhadap perusahaan. Parker memang diberhentikan sebagai Presiden, namun tidak pernah benar-benar keluar dari Facebook, dia masih berperan sebagai salah satu penasihat.

Parker pertama kali mengetahui tentang pemrograman komputer pada usia tujuh tahun. Ayahnya yang mengenalkan dia pada dunia pemrograman komputer. Pada usia enam belas tahun dia diharuskan melakukan pelayanan sosial sebagai hukuman atas tuduhan melakukan hacking.

Parker menyelesaikan pendidikan sekolahnya dari Oakton High School di Fairfax County, Virginia, pada tahun 1998. Setahun kemudian, dia ikut mendirikan Napster yang merupakan suatu layanan berbagi musik secara bebas. Layanan tersebut memancing kemarahan dari sejumlah perusahaan di industri musik dan akhirnya ditutup setelah menghadapi sejumlah tuntutan hukum dari perusahaan-perusahaan tersebut di Amerika Serikat.

Pada bulan November 2002, Parker meluncurkan layanan baru, Plaxo. Plaxo merupakan suatu layanan social network dan buku alamat online yang terhubung dengan Microsoft Outlook. Parker pada akhirnya meninggalkan Plaxo setelah adanya beberapa perselisihan dengan dua pemegang saham lain, yaitu Sequoia Capital dan Ram Shriram.

Pada tahun 2004, Parker mulai terlibat secara tidak langsung sebagai penasihat untuk pendiri Facebook, Mark Zuckerberg. Parker kemudian menjadi presiden pertama Facebook dan menerima 7% saham saat Facebook resmi berbentuk suatu badan usaha. Setahun setelahnya, Parker dipaksa berhenti dari jabatan tersebut karena tuduhan memiliki kokain yang ditemukan di rumah yang dia sewa untuk berlibur. Pada tahun 2006, Parker bergabung dengan Founders Fund, suatu perusahaan permodalan yang berbasis di San Fransisco. Dia berperan sebagai manajer partner untuk perusahaan tersebut.

Pada suatu hari, saat Parker sedang mengikuti pelajaran Peradaban Dunia (World Civilization) di sekolahnya Virginia High School, dia memperoleh suatu pemberitahuan tertulis yang berisi berita bahwa ayahnya menunggu untuk mengajaknya pergi ke dokter gigi. Suatu kengerian menjalari diri Parker, sebab ternyata dia tidak benar-benar akan pergi ke dokter gigi bersama ayahnya. Ayahnya yang telah menunggu di sekolah dengan penuh amarah segera menariknya masuk ke dalam mobil. Begitu dia sampai di rumahnya, dia menemukan bahwa sejumlah agen FBI telah mengambil sejumlah kertas dan komputer miliknya.

Beberapa tahun setelah kejadian tersebut, Parker telah beralih dari seorang hacker muda yang handal yang telah menembus jaringan milik beberapa perusahaan multi nasional dan database militer menjadi seorang entrepreneur Internet kelas dunia. Pada usia 19 tahun, bersama seorang kawannya yang lebih muda, Shawn Fanning, dia mendirikan Napster. Sejak saat itu, dia terlibat dalam sejumlah pendirian perusahaan teknologi informasi berbasis Internet lain. Berdasarkan kiprahnya tersebut, Parker kemudian dikenal atau disebut sebagai ‘dewanya’ Web. Beberapa kawannya bahkan menggunakan kata ‘jenius’ untuk menyebutnya. Dia tidak hanya memahami komputer dan juga Web, tetapi juga bagaimana supaya orang-orang ingin menjadikan hal-hal tersebut sebagai bagian dari hidupnya. Sebagai hasil dari berbagai kemampuannya tersebut, dia telah menjelma menjadi orang sukses yang dikenal dimana-mana.

Itulah sekilas cerita tentang salah satu ahli komputer sekaligus entrepreneur yang sangat terkenal di bidang teknologi informasi ini. Semoga tulisan singkat ini dapat memotivasi semua orang yang tertarik untuk terjun sebagai seorang entrepreneur atau pebisnis baik di bidang teknologi informasi maupun di bidang-bidang lain. Sebagai penutup saya berikan suatu kalimat yang tokoh Parker ucapkan kepada tokoh Zuckerberg dalam film The Social Network, ‘a million dollars isn’t cool. You know what’s cool ? A billion dollars is cool’. Kalimat yang benar-benar provokatif bukan?

Sumber : ekonomi.kompasiana.com

Tidak ada komentar:

Posting Komentar