Selasa, 09 Juli 2013

Sjamsul Nursalim Pendiri PT Gajah Tunggal

Sjamsul Nursalim yang terkenal dengan PT Gajah Tunggal miliknya, walaupun kini menjadi buronan, namun beliau pernah masuk dalam 40 orang paling kaya di Indonesia. Pada awal usaha, Sjamsul Nursalim mengalami kesuksesan sehingga sampai saat ini pun perusahaan yang didirikan pada tahun 1951 itu masih tetap berjalan dengan mulus. Berikut adalah profil Sjamsul Nursalim yang sukses dengan usaha ban tersebut.

Keluarga
Sekilas tentang keluarga dari Sjamsul Nursalim, beliau memiliki seorang istri yang bernama Itjih Nursalim. Istrinya menjadi salah satu saksi yang seharusnya ikut andil dalam kasus BLBI II namun sang jaksa menghapus nama sang istri dari daftar saksi yang ada.

Kekayaan
Kekayaan yang dimiliki oleh Sjamsul Nursalim sejumlah USD 1,2 Miliar benar-benar tidak main-main karena beliau pun berada dalam 40 orang terkaya di Indonesia tahun 2012 berdasarkan daftar forbes dan menempati peringkat ke dua puluh tiga dengan perusahaan produksi ban nya. Selain itu beliau juga memiliki banyak usaha sampingan yang tentunya membuat Sjamsul Nursalim semakin menjadi salah satu pengusaha sukses yang pernah ada. Namun sayangnya, hutang negara dari Sjamsul Nursalim sampai saat ini belum dibayarkan sehingga menjadi sebuah kasus yang tidak akan selesai sebelum ia tertangkap. Sjamsul Nursalim bahkan berhasil kabur ke luar negeri tanpa ada satupun yang tahu dan membangun bisnis.

Bisnis Perusahaan
Sjamsul Nursalim pada awalnya bergerak dalam bidang distribusi ban dan memiliki sebuah perusahaan yang bernama PT Gajah Tunggal Tbk yang sangat sukses di Indonesia. Tentunya perusahaan ini bergerak dalam distribusi ban luar dan dalam untuk sepeda. Selanjutnya pada tahun 1971, perusahaan ini menciptakan variasi baru untuk ban sepeda motor, dan juga ban yang bisa untuk mobil penumpang dan juga mobil niaga sejak tahun 1981.

Saat ini, PT Gajah Tunggal sudah memiliki 5 buah pabrik ban dan juga ban dalam yang memproduksi ban biasa, ban radial, dan juga ban untuk sepeda motor. Pabrik-pabrik ini bertempat di Tangerang yang berada sekitar 30 kilometer dari sebelah barat kota Jakarta. Sedangkan untuk pabrik SBR bertempat di komplek Industri Kimia di Merak, Banten. Selain itu, Sjamsul Nursalim juga memiliki beberapa perusahaan lain yaitu Mitra Adiperkasa, sebuah perusahaan ritel untuk merek kelas menengah atas yang ada di Indonesia seperti Starbucks, Zara, Burger King, Samsonite, yang tentunya masih bergerak dengan baik sampai sekarang.

Riwayat hidup seorang Sjamsul Nursalim tentunya tidak akan terlupakan dari kasus yang saat ini sedang menimpanya. Pada tahun 1997, perusahaan BDNI yang kalah dengan krismon telah diberikan surat keterangan lunas dari badang penyehatan perbankan nasional pada tahun 2002. Setelah itu, Jaksa pun menerbitkan surat penghentian perkara untuk kasus yang menimpa Sjamsul. Namun ternyata Sjamsul Nursalim hanya membayar sebesar Rp 1 triliun secara tunai. Kekuarangan tersebutlah yang sampai sekarang menjadi masalah karena belum dibayarkan. Walaupun begitu, jaksa sulit untuk menggugat karena Surat kuasa khusus dari menteri keuangan belum dikeluarkan.

Sumber : orangterkayaindonesia.com

Tidak ada komentar:

Posting Komentar