Rabu, 13 Februari 2013

Usaha Mie Ramen


Dalam beberapa waktu ke belakang, sebuah makanan yang diberi tingkatan atau level, sangat populer di masyarakat. Tentu kita masih ingat, sebuah kripik pedas yang sangat fenomenal karena pemberian level tersebut. Sekarang, pemberian level pada makanan bisa kita jumpai di salah satu kedai mie ramen di Bandung.

Mie Reman, sebuah tempat makan yang menyajikan mie ramen sebagai menu utama. Kedai mie ramen tersebut baru berdiri setahun yang lalu.

“Sebenarnya ini sudah ada dari tiga tahun yang lalu, namanya Kedai Katel. Tapi kalaun berganti jadi Mie Reman ini baru satu tahun,” jelas Uyun, seorang kepala dapur di Mie Reman.

Salah satu keunikan dari Mie Reman ini adalah penamaan level pada menu yang disajikan. Ada menu ‘diliatin reman’, ‘disamperin reman’, ‘ditepok reman’, ‘dipalak reman’, dan yang paling tinggi ‘dikeroyok reman’. Semakin tinggi level, semakin pedas makanan disajikan.

“Paling banyak itu yang dipesan level tiga, soalnya di tengah-tengah. Tapi pernah ada juga yang pesan sampai level 100, ya kira-kira semangkuk penuh lah sambalnya,” ujar Uyun.

Di kedai ini, bukan hanya mie ramen yang disajikan, namun ada juga nasi goreng. Untuk menu favorit, biasanya pengunjung memesan kare reman dan nasi goreng kintamani.

Dalam semangkuk kare reman, terdapat mie ramen, potongan telur, tahu, dan beberapa jenis sayuran. Tidak lupa sambal, sesuai dengan level yang kita pesan. Salah seorang pengunjung Mie Reman berpendapat, kedai mie ramen tersebut cukup unik. “Di sini unik dari segi penamaan levelnya. Tempatnya juga asik buat nongkrong, tapi kurang luas aja. Direkomendasikan deh buat yang suka ramen,” ujar Afif yang siang itu memesan kare reman level ditepok reman.

Untuk menikmati semangkuk mie ramen di tempat ini, kita hanya cukup mengeluarkan uang Rp 10.000,00. Kedai ini buka setiap hari pukul 10.00 hingga 22.00 WIB.

Jika ingin menikmati sensasi makan mie ramen sambil ‘dikeroyok reman’, langsung saja datang ke Jalan Teuku Umar nomer 6/60 atau Jalan Braga nomer 36.

Sumber : jpmi.or.id

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar