Kamis, 22 November 2012

Pengusaha Rosalynn Tay dengan Tiger


Nama Rosalynn Tay—yang saat ini menjabat sebagai Direktur Uutama Tiger Airways Singapore, sebuah maskapai penerbangan berbiaya rendah—tidak asing di kalangan para praktisi pemasaran dan periklanan di Singapura. Alumnus pascasarjana jurusan marketing Universitas Nasional Singapura ini telah malang melintang di dunia pemasaran dan periklanan selama lebih dari 21 tahun.

Langkah Rosalynn semakin berkibar ketika dirinya hengkang dari Leo Burnett dengan jabatan terakhir sebagai Wakil Direktur Utama, dan bergabung dengan Tiger Airways Pte Ltd pada bulan Februari 2006. Sedianya, Rosalynn menjabat sebagai Group Chief Marketing Officer di perusahaan yang berbasis di Singapura dan Australia. Namun, sekitar dua tahun kemudian, tepatnya pada 1 Mei 2001, Rosalynn ditunjuk sebagai direktur utama menggantikan pendahulunya, Chris Ward.

CEO Tiger Airways Singapore Tony Davis mengakui keandalan Rosalynn. "Rosalynn adalah praktisi pemasaran yang berpengalaman. Dia telah menunjukkan kapabilitas yang kuat sebagai pemimpin yang inovatif di arena pasar penerbangan yang kompetitif," ujar Davis.

Sebagai direktur utama, Rosalynn, yang bertanggung jawab langsung kepada Davis, mengelola departemen operasi penerbangan Tiger Airways,engineering ground operations, inflight services, serta training and safety.

Kepada Kompas.com dalasebuah wawancara empat mata pekan lalu di NYS Lounge Hotel Manhattan, Jakarta, Rosalynn menuturkan, bisnis penerbangan berbiaya murah saat ini terus berkembang dengan jumlah penumpang yang terus meningkat. "Saya bangga telah menjadi bagian dalam bisnis penerbangan yang semakin berkembang," ujar Rosalynn.

Ketika ditanya mengenai pencapaian terbesarnya selama berkarier di Tiger Airways Singapore, mantan anggota tim sukses peluncuran McDonald di Singapura ini mengatakan, dirinya telah berhasil menetapkan identitas citra perusahaannya. Dia juga turut membentuk sejarah bisnis penerbangan berbiaya murah di negeri jiran tersebut, mengingat Tiger Airways Singapore merupakan salah satu pemain utama di Asia Pasifik. "Sampai saat ini kami terus melakukan hal-hal inovatif, dan mempertahankan biaya penerbangan termurah," ujar Rosalynn.

Wanita karier yang hobi berkebun dan bermain golf ini mengatakan, perusahaannya mampu memberikan harga tiket termurah karena menggunakan model bisnis Ryanair, sebuah maskapai penerbangan berbiaya murah di Eropa. Hal ini dapat dilakukan dengan menggunting biaya-biaya yang tidak esensial, seperti tidak melakukan kampanye promosi di media elektronik.

Saat ini, Tiger Airways Singapore melakukan penjualan tiket secara online sehingga dapat mengurangi biaya overhead penjualan. Selain itu, maskapai yang resmi mengudara pada September 2004 ini juga tidak memberikan compliment makanan dan minuman, serta hiburan, sehingga mengurangi biaya.

Kariernya sebagai petinggi di sebuah maskapai penerbangan yang memiliki rute ke 30 kota di Asia Pasifik menuntut dirinya memiliki mobilitas tinggi. Tidak jarang dia bepergian berkeliling Asia, bahkan Eropa. Namun, hal ini justru membuka wawasan dan pemahamannya terhadap dunia penerbangan, khususnya karakteristik penumpang. Menurutnya, setiap negara memiliki karakteristik yang berbeda-beda, yang membutuhkan penanganan yang berbeda-beda.

Kini, mantan Direktur Pemasaran Regional Asia-Pasifik ini berambisi perusahaannya akan masuk ke dalam daftar 50 perusahaan terbaik dunia, yang semuanya memiliki strategi pemasaran yang kuat. "Dalam waktu dekat, kami akan berusaha keras menjadi satu dari 50 perusahaan terbaik dunia," tegas Rosalynn.

Jika berhasil, tentunya karier Rosalynn akan semakin meroket karena berhasil menyejajarkan perusahaannya, yang terbilang baru, dengan perusahaan-perusahaan 'senior' seperti Procter and Gamble (P&G), Microsoft, Intel, General Motors, dan Unilever.

Sumber : pengusahasukses.com

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar