Selasa, 29 Januari 2013

Arella Big Size


Memulai sebuah bisnis akan lebih mudah dilakukan jika Anda jeli melihat peluang yang ada. Selanjutnya, Anda harus berani mengembangkan peluang tersebut. Termasuk, jika Anda harus banting setir dari pekerjaan atau bisnis yang sedang dijalani saat ini. Inilah yang dilakukan pebisnis pakaian extra large berikut ini. Langkanya pakaian berukuran ekstra besar di Indonesia, menjadi peluang usaha. Moto mereka:  semua wanita layak tampil modis. 

Saya Liena Sasmitapura memulai usaha ini sejak tahun 2002. Bisa dibilang, bisnis ini adalah hasil dari analisis pribadi, yaitu banyaknya orang yang tubuhnya berukuran XL ke atas, namun toko penyedia pakaian untuk mereka sangat minim. Selain itu, saya perhatikan, seseorang bisa dengan mudah bertambah gemuk setelah menikah, atau karena faktor usia dan pola makan yang salah. Karena dasar inilah, saya beralih dari bisnis pakaian bayi ke bisnis baju berukuran besar. Awalnya memang sempat ragu, namun, melihat pangsa pasar yang menjanjikan, kepercayaan diri saya meningkat. 

Saya memiliki 3 toko yang tersebar di Bandung dan Jakarta. Dalam waktu dekat, saya akan membuka cabang di Solo. Misi saya, memiliki minimal satu toko di kota-kota besar di Indonesia. Saya memilih membangun banyak toko karena, menurut saya, pelanggan akan lebih puas bila datang sendiri ke toko. Mereka bisa langsung melihat bahannya, jahitannya, dan langsung mencobanya. Apalagi untuk yang memiliki tubuh besar, perlu ketelitian lebih saat membeli pakaian. Namun, jika ada pelanggan dari luar kota yang akhirnya berteman lewat BBM dan memesan melalui media tersebut, tetap saya layani.

Yang paling sulit adalah mempertahankan pelanggan. Membuat mereka datang pertama kali ke toko adalah hal yang mudah. Yang sulit adalah memengaruhi mereka agar datang lagi. Untuk itu, saya mencoba membaca selera fashion mereka. Saya menyediakan pakaian dengan berbagai model dan warna agar selera orang yang bermacam-macam itu bisa terpenuhi. Prinsip saya, jangan sampai orang yang masuk ke toko tidak menemukan yang ia cari. Untuk itulah, saya juga menyediakan pakaian dari ukuran L hingga 10L.

Saya malah senang dengan banyaknya pesaing atau pengikut bisnis serupa. Dengan begitu, pelanggan bisa mencoba ke tempat lain dan bisa membandingkan kualitas produk saya dengan yang lain. Strategi saya adalah tetap menjaga kualitas barang agar tak mengecewakan pelanggan. Selain itu, saya berani tampil beda. Saat banyak yang mengatakan bahwa tubuh gemuk hanya pantas mengenakan warna hitam, saya malah berani bermain di warna cerah. Ternyata banyak yang suka. Yang penting modelnya tak membuat tubuh mereka terlihat  makin gemuk. 

Modal dan omzet sekitar Rp50 juta - Rp100 juta untuk membeli kain. Untuk toko, saya memanfaatkan rumah pribadi yang sudah dijadikan sebagai toko bisnis pertama. Omzet yang saya dapatkan adalah Rp250 juta - Rp350 juta per bulan. 

Tip Sukses
1. Selalu perhatikan kualitas barang. Patok harga yang terjangkau tanpa mengurangi kualitas barang.
2. Pelayanan adalah ujung tombak bisnis. Lakukan briefing bersama SPG sebulan sekali, bangun hubungan kekeluargaan dan perhatikan kesejahteraannya. Selain gaji tetap, saya rutin memberi bonus dan komisi  tiap bulannya. Kalau ada SPG yang berulang tahun, kami selalu merayakan kecil-kecilan di toko. Kalau mereka senang, mereka juga akan melayani pelanggan dengan senyum. 

Sumber : wanitawirausaha.femina.co.id

Tidak ada komentar:

Posting Komentar