Kamis, 31 Januari 2013

Bisnis Pakaian Muslim


Dara bernama Aldila Rizqi Eistya (22) ini punya hobi shopping yang tak bisa dikontrol. Apabila sedang berada di pusat perbelanjaan, setia kali melihat ada koleksi pakaian muslim dan produk fashion lainnya, Dila selalu lapar mata. Kadang  apa yang dicari tidak sesuai dengan kebutuhan. Akibatnya, banyak produk yang dibelinya tidak terpakai.

Dari situ, muncullah ide Dila, untuk bikin brand sendiri terutama untuk koleksi baju muslim dan baju-baju remaja dengan memakai brand Back To Basic. Berbagai produk fashion yang dijualnya mulai dari baju, celana, pashmina hingga aksesoris. Dila mengangkat busana-busana muslim karena menurutnya saat ini tampilan busana muslim makin bergaya dan fashionable. Tapi bukan berarti Dila mengekor dari trend yang sudah ada, ia berusaha menciptakan trend baru busana muslim.

“Aku lagi populerin cardigan jumpsuit ala Timur tengah. Jadi model baju one piece muslim cuma aku tambahin cardigan untuk luarnya, terus kerudungnya ada yang menyatu dengan cardigan tapi ada juga yang terpisah,” ucap Dila seperti dilansir Tribun Jogja.

Desain dan pola untuk baju ia buat sendiri bersama adik sepupunya Rilla Hayatun Nifa (18), yang dibuat dengan ide dan kreasi sendiri, sehingga tidak menyamai produk lain. Proses produksinya tidak begitu sulit, setelah menggambar pola Dila langsung mengaplikasikan pada kain. Ia menggunakan katun rayon dengan warna abu-abu, coklat dan peach karena dirasa memang sesuai dengan  produk yang diinginkan. 

"Terus aku jahitkan di konveksi, sebulan aku targetkan bisa jadi 36 helai baju, dimana tiap style yang berbeda aku sediakan 6 pieces stok,” ucap gadis kelahiran 15 Desember 1989 ini.

Mahasiswa Fakultas Hukum UII ini mengaku saat membuka usaha ini 2 bulan yang lalu, ia hanya perlu mengeluarkan modal sebesar Rp750 ribu. Modal itu dipakainya antara lain untuk membeli kain, membayar konveksi dan juga menciptakan brand image produk. Bagi Dila sebetulnya tak sulit kalau memang mau memulai usaha, yang terpenting itu harus ada kemauan dan tekad.

“Kebetulan aku dari dulu sudah ada jiwa bisnis, suka titip jual baju ke teman-teman, jualan kripik Maichi, pokoknya apa aja udah dicoba, tapi untuk yang kali ini aku mau serius,” ujar cewek asal Kalimantan ini.

Soal pemasaran, dikatakan Rila sistem yang digunakan adalah dengan cara titip jual ke butik temannya di House of Dina, di daerah Gejayan. Selain itu, dia mempromosikan setiap trend terbaru melalui jejaring sosial twitter. Menurutnya, saat ini twitter menjadi alat komunikasi terbagus untuk berjualan. “Responnya bagus sih kemarin yang edisi pertama sudah habis barangnya, ini kita lagi produksi lagi yang baru,” ucap Rila yang juga mahasiswa UII jurusan Ekonomi.

Produknya dijual mulai harga Rp200 ribu (atasan kaos) hingga Rp400 ribu (cardigan jumpsuit). Bagi yang ingin mendapatkan produk baju Back To Basic bisa datang ke House of Dina di Jalan Gejayan, Yogya. Dila menjamin produknya berkualitas dan sebanding dengan harganya.

Sumber : ciputeraenterpremeur.com

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar