Senin, 29 Oktober 2012

Pengusaha Internet Service Provider

Richard Tang mulai menggemari komputer ketika sekolahnya membeli sebuah komputer Commodore untuk digunakan oleh para siswa. Saat itu dia baru berusia 13 tahun. 

Dia mengatakan: 'Aku biasa menghabiskan waktu istirahat dan makan siang untuk memprogramnya. Aku sangat kagum pada komputer tersebut. Aku selalu tertarik untuk membuat berbagai hal dan aku menyukai ide untuk membuat komputer yang bisa melakukan apapun dan kemudian aku memprogramnya untuk melakukan sesuatu yang berguna dan bermanfaat.'

Tang lahir dan dibesarkan di Rochdale, dimana ayahnya seorang warga keturunan China dan ibunya dari Inggris. Saat berusia 15 tahun, Tang membeli sendiri komputer pertamanya dengan uang dari hasil menjual makanan hewan peliharaan di pasar lokal.  Dia juga mendirikan sebuah perusahaan fiktif, Zen Microsystems, untuk mengakali perusahaan komputer agar mau mengirimkan katalog dan data sheet dari produk-produk mereka.

Setelah mengambil gelar dibidang system komputer dari Salford University, Tang mendapatkan pekerjaan sebagai designer hardware komputer. Saat berada disana, dia dan beberapa orang rekan kerjanya sering berkumpul di kedal lokal untuk memimpikan tentang cara-cara menemukan bisnis mereka. Tang mengatakan: 'Kami menemukan berbagai ide yang aneh dan liar. Semuanya masih berhubungan dengan komputer dan ide untuk mengembangkan software atau hardware yang bisa kami jual.'

Akan tetapi, tidak ada satupun dari ide tersebut yang mereka diskusikan secara serius, dan setelah empat tahun serta mendapat beberapa kali promosi, Tang akhirnya menyadari bahwa hasratnya bukanlah untuk meniti karir didunia corporate.  Dia mengatakan: 'Aku bisa melihat jalan hidup yang ingin aku tempuh. Aku ingin melakukan sesuatu yang berbeda.'

Jadi, ditahun 1993, saat berusia 27 tahun, Tang memutuskan untuk keluar dari pekerjaan agar bisa melancong ke China dan India selama sembilan bulan. Saat kembali ke Inggris, dia memutuskan untuk memulai perusahaannya sendiri yang mendesign hardware dan software komputer.

Dia menyewa sebuah Portakabin di Birmingham untuk dijadikan sebagai kantor, dan setelah tiga bulan menunggu telephone berdering, dia berhasil mendapatkan beberapa pekerjaan untuk membuat software bagi sebuah perusahaan besar, dan dia berencana untuk mencari lebih banyak lagi klien. Namun setelah beberapa bulan menjalankan kontrak, saat Tang sedang nongkrong di sebuah pub bersama adiknya Daniel, ide besarnya muncul.

Saat itu, keduanya sedang membicarakan tentang sebuah konsep baru yang disebut dengan internet. Tang memang pernah mendengarnya, namun dia tidak belum pernah menggunakannya. Tapi adiknya adalah seorang mahasiswa dan sudah terbiasa menggunakannya di Cambridge University dimana dia sedang menyelesaikan studinya dibidang artificial intelligence. Saat Tang bertanya apakah internet akan membawanya pada kesuksesan, Daniel mengatakan bahwa dia yakin itu akan menjadi sebuah jalan yang besar untuk menuju kesuksesan.

Terinspirasi oleh antusias adiknya, akhirnya Tang memutuskan untuk memulai sebuah perusahaan yang menyediakan jasa untuk mengakses internet, setelah dia sadar bahwa itu adalah sebuah peluang yang tidak boleh dia lewatkan. Dia juga berpikir bahwa itu mungkin adalah cara yang lebih mudah untuk menghasilkan uang dari pada bekerja sebagai pembuat software.

Dia mengatakan: 'Masalah dengan design software adalah bahwa setiap kali anda ingin menghasilkan uang, maka anda harus bekerja. Dimana kupikir jika aku mendirikan perusahaan yang menyediakan jasa berlangganan untuk akses ke internet, maka begitu aku mendapat pelanggan, uang akan terus mengalir dan aku cuma perlu melakukan sedikit kerja. Sebagai seorang internet service provider, aku bisa menciptakan situasi dimana aku akan mendapatkan pelanggan setiap bulan, tanpa perlu banyak bekerja.'

Lalu Tang membujuk teman-teman dan keluarganya untuk meminjamkan uang sebanyak £20,000 agar dia bisa memulai. Adiknya tidak mau menjadi bagian dari bisnis, tapi setuju menyediakan waktu selama enam bulan untuk membangun sebuah jaringan yang akan menghubungkan konsumen ke internet. Tang membuat sebuah jaringan dengan menghubungkan enam buah modem pada sebuah papan sederhana yang kemudian dihubungkan dengan enam jalur telephone.

Dengan enam jalur, Tang bisa menerima sekitar 50 konsumen dan dia membuka bisnisnya dengan memungut bayaran £10 untuk masing-masing konsumen yang ingin mengakses internet. Saat jumlah konsumenya bertambah, dia menambahkan jalur telephone, tapi pada tahun 1966, perusahaannya, Zen Internet, telah menginvestasikan begitu banyak uang untuk membeli peralatan sehingga hampir kehabisan uang. Tang terpaksa harus menyelamatkan perusahaannya dengan cara meminjam uang dari keluarga dan teman-temannya.

Sejak awal, salah satu hal yang paling memusingkannya adalah bahwa suatu hari nanti sebuah perusahaan pesaing akan memutuskan untuk memberikan akses internet secara gratis dan memaksa bisnisnya untuk gulung tikar. Jadi, saat sebuah perusahaan retail, Dixons, ditahun 1998 meluncurkan Freeserve internet service provider, ketakutannya semakin bertambah.

Akan tetapi, meski perusahaannya memang banyak kehilangan pelanggan, namun Tang juga akhirnya lega bahwa ternyata konsumen bisnisnya lebih senang membayar perusahaan yang menyediakan jasa akses internet dan memberikan layanan konsumen. Dan dia ternyata benar, ditahun berikutnya Zen Internet mendapatkan keuntungan terbesarnya.

Dua tahu kemudian, perusahaannya menghadapi tantangan lain dengan hadirnya broadband. Itu adalah sebuah keputusan yang mengandung banyak resiko, namun Tang akhirnya memutuskan untuk mengambilnya dan mengupgrade layanannya menjadi akses broadband. Tang mengatakan: 'Pada saat itu, broadband masih sangat baru dan resikonya masih sangat tinggi, serta jalurnya belum begitu lancar. Itu membutuhkan investasi awal sebanyak £100,000 yang pada saat itu adalah jumlah yang sangat besar. Tapi aku menyadari bahwa jika kami tidak mengubahnya menjadi broadband, maka kami akan tertinggal.'

Itu adalah sebuah keputusan yang cerdas. Saat ini, Zen Internet sudah mempunyai sekitar 90.000 pelanggan. Tang mengatakan: 'Dengan berinvestasi ke dalam broadband berarti bahwa kami telah berubah dari sebuah perusahaan ISP regional, menjadi sebuah ISP berskala nasional, dan itulah yang menyebabkan kami begitu sukses.' Penghasilan tahunan Zen Internet saat ini mencapai  £39 juta.

Saat ini Tang sudah berusia 44 tahun dan masih menjadi pemilik tunggal dari perusahaanya yang sekarang bernilai sekitar £15 juta. Dia menganggap bahwa rahasia kesuksesannya adalah tekadnya yang kuat. 'Aku bisa fokus pada sesuatu hingga mencapai titik dimana itu menjadi sebuah obsesi. Dimasa-masa awal, aku bekerja selama tujuh hari seminggu, 12 jam per hari. Aku tidak melakukan hal lain selain bekerja, makan, dan tidur.'

Dia menganggap bahwa rahasia dari memilih ide yang akan jadi pemenang adalah pemilihan waktu yang tepat. Dia mengatakan: 'Ide tersebut haruslah sesuatu yang kecil dan punya target pasar yang sangat spesifik tapi punya potensi untuk menjadi besar. Carilah sesuatu sebagai permulaan dimana belum banyak orang yang melakukannya. Sebuah contoh yang bagus adalah video yang banyak diminati di internet. Orang-orang selalu membicarakannya, namun masih jarang orang yang menonton video melalui internet. Pemilihan waktu adalah hal yang sangat penting. Akan jauh lebih sulit untuk masuk ke dalam pasar yang sudah matang.'

Anda juga akan memerlukan keberuntungan. Dia mengatakan: 'Meski dulu, di tahun 1995, Aku dan Daniel bisa melihat potensi internet, tapi saat itu kami tidak tahu bagaimana perkembangannya 10 tahun yang akan datang. Dan aku rasa orang lain juga tidak ada yang tahu. Kami sangat beruntung karena telah memilih ide yang bisa berkembang begitu cepat, karena meski ada banyak pemain yang lebih besar dibanding kami, namun internet berkembang begitu cepat sehingga ada cukup pasar untuk semua orang. Dimana jika saat ini seseorang punya ide untuk memulai sebuah internet service provider, maka dia tidak akan punya peluang kecuali punya modal yang sangat besar.'

Tang mengatakan bahwa adiknya tidak menyesal karena tidak mau menjadi bagian dari perusahaannya. Tang mengatakan: 'Dia sama sekali tidak tertarik dengan bisnis.' Akan tetapi, Tang sangat teliti untuk memastikan bahwa Daniel akan mendapatkan keuntungan dari kesuksesan bisnisnya sehingga selama beberapa tahun Zen Internet telah menyumbangkan dana untuk penelitian Daniel di bidang artificial intelligence. Tang juga telah menawarkan untuk membayar beberapa orang peneliti agar membantu mempercepat proses penelitian adiknya. Daniel juga terkadang bekerja untuk perusahaan Tang sebagai selingan dari intensitas penelitiannya yang melelahkan.

Bagi Tang, dia sangat bangga atas prestasinya. 'Aku merasa sangat bangga. Sangat menyenangkan rasanya bisa membangun perusahaan sebesar ini dan menciptakan lingkungan dimana orang-orang bisa bekerja pada perusahaan yang disukainya. Aku tidak tertarik untuk menjual bisnis ini karena aku tidak berminat untuk mempunyai tabungan yang sangat besar. Aku mendirikan perusahaan ini dari nol dan aku ingin melihat sebesar apa dia bisa berkembang.'

Sumber :  kisahpengusaha.com

Tidak ada komentar:

Posting Komentar