Rabu, 31 Oktober 2012

Pengusaha Toko Bangunan


Namanya adalah Pak Budi, dulu dia sempat kuliah di salah satu perguruan tinggi di Yogyakarta. Kuliahnya juga biasa-biasa saja, ya layaknya mahasiswa lainnya kadang bolos kuliah. Setelah lulus kuliah dia pernah menjadi sales alat-alat bangunan. Dia menawarkan dagangannya itu ke toko-toko tanpa kenal lelah dan putus asa. Sebenarnya dia berasal dari keluarga yang berada, ayahnya mempunyai sawah di banyak tempat  yang sangat luas, tidak hanya satu atau dua petak tapi berhektar-hektar. Tapi dia tidak mengandalkan harta ayahnya yang melimpah itu. Dia ingin berhasil dengan usahanya sendiri.
Lama menjadi seorang sales dia bosan dan mulai memikirkan merintis suatu usaha. Akhirnya dia memutuskan untuk membuka toko bahan bangunan. Dia hanya mempunyai modal yang sedikit, dan itu pun bukan dari orang tuanya. Modal itu dari kerja kerasnya menjadi seorang salesman. Karena modalnya kurang  motor kesayangannya pun di jual untuk menambah modal.
Akhirnya Pak Budi pun mulai membuka sebuah toko kecil, barang-barang dagangannya masih sedikit karyawannya pun  baru dua orang. Lama-kelamaan tokonya mulai ramai, Pak Budi pun mulai menambah karyawan dan melengkapi barang dagangannya. Setelah mempunyai cukup pendapatan dia membeli sebuah mobil pick up untuk mengantarkan barang dagangannya. Beberapa bulan kemudian dia membeli mobil pick up lagi karena permintaan konsumen yang semakin banyak. Tahun demi tahun tokonya semakin ramai, kini tokonya menjadi tempat grosir toko-toko material lainnya di kota saya.
Beberapa tahun kemudian Pak Budi menikah dengan seorang wanita yang berprofesi sebagai seorang guru. Melalui pernikahannya itu mereka di karuniai tiga orang anak. Pada tahun 2006 Pak Budi beserta istrinya menunaikan ibadah haji. Tentunya itu berkat kesuksesan yang diraihnya.
Selain menjual bahan bangunan Pak Budi juga melebarkan sayap usahanya. Tokonya kini juga memproduksi bermacam-macam bahan bangunan seperti pavink, batako, dan eternit. Dengan demikian dia menambah jumlah lapangan kerja. Saat ini total karyawan yang dimilikinya berjumlah 25 orang. Dia pun kini mempunyai tiga buah kendaraan pick up dan sebuah truk untuk memenuhi layanan antar barang  kepada para pelanggannya. Tak hanya itu, dia pun sekarang mempunyai dua mobil mewah, tiga dan tiga buah motor.
Belum lama ini tokonya menjadi  distributor semen terbesar salah satu merk semen ternama wilayah Kedu. Itu merupakan suatu pencapaian yang luar biasa, dari sebuah toko kecil kini menjadi toko yang sangat besar dan merajai di kota saya. Begitulah sepenggal kisah sukses dari tetangga saya Pak Budi. Semoga kisah sukses ini bisa menjadi inspirasi anda untuk berwirausaha.
Kesimpulan
Janganlah hanya puas dengan harta kekayaan yang dimiliki oleh orang tua Anda. Anda akan merasa lebih puas dengan apa yang anda peroleh dari hasil keringat anda sendiri. Berusahalah tanpa kenal putus asa, gapai impian anda, kesuksesan anda tergantung pada diri anda sendiri. Jadi…siapkah anda untuk sukses..???

Sumber : heris09.wordpress.com

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar