Rabu, 24 Oktober 2012

Sukses Pengusaha Kosmetik


Hubungan cinta antara Hilary Andrews dengan dunia kosmetik sudah terjadi sejak dia masih berusia dini. Dia mengatakan: 'Seorang teman nenek saya bekerja di sebuah pabrik yang memproduksi kosmetik Mary Quant and Miners. Semenjak saat itu, dia selalu memberikan saya satu tas penuh berisi kosmetik, dan itu adalah hadiah yang paling hebat yang bisa diberikan seseorang kepada saya. Selama berjam-jam, biasanya saya akan bermain-main dengan kosmetik tersebut.'
Terlahir di Woking, Surrey, Andrews dibesarkan dalam sebuah keluarga dimana semua orang bekerja untuk dirinya sendiri. Ayahnya menjalankan sebuah bisnis konstruksi dan landscaping dan ibu serta kakaknya menjalankan bisnis public relations agency milik mereka sendiri.

Dia pernah masuk ke perguruan tinggi namun ditengah perjalanan dia memutuskan untuk keluar dan lebih memilih untuk mengambil kursus therapy kecantikan di sebuah sekolah swasta.
Dia mengatakan: 'Guru mengetik saya bertanya apakah saya mau bekerja dengannya di sebuah kantor. Saat saya mengatakan tidak, dia mengatakan bahwa saya seharusnya memutuskan apa yang ingin saya lakukan, lalu lakukanlah. Tidak sedikitpun saya merasa ragu bahwa saya ingin menjadi seorang make-up artist atau bekerja dalam industri kecantikan.'
Setelah meninggalkan kuliah, selama empat tahun Andrews bekerja disebuah salon kecantikan di Chobham, dan kemudian, ditahun 1983, saat berusia 23 tahun, dia membuka sebuah salon kecantikannya sendiri di Woking. Dia mengambil kursus untuk menjadi seorang guru, dan kemudian mendapat gelar dibidang pendidikan, lalu mengajar mata kuliah therapy kecantikan dan holistic di sebuah sekolah tinggi di Farnborough, Surrey.
Dia mendapat ide untuk mengambil gelar kedua dibidang pendidikan, tapi segera menyadari bahwa dia sangat merindukan untuk bekerja dalam industri kecantikan. Dia mendapat pekerjaan sebagai seorang menejer training dari sebuah perusahaan yang mendistribusikan berbagai produk ke industri spa. Sebagai bagian dari pekerjaannya, Andrews melatih staff-staff-nya untuk bekerja disebuah spa pria yang baru dibuka di London, yang bernama Refinery. Itu membuatnya jadi berpikir.
Dia mengatakan: 'Kami banyak mengadopsi perawatan yang cocok untuk pria dan itu benar-benar membuat ku tertarik. Sebab ada banyak desas-desus mengenai pasar perawatan untuk pria dan bagaimana industri tersebut nantinya akan berkembang dengan pesat.'
Merasa tertarik akan potensi dari pasar yang baru berkembang ini, dia memutuskan untuk pindah ke department distribusi mail order di perusahaan tempatnya bekerja, agar bisa mendapat lebih banyak pengalaman dalam menjual.
Dia mengatakan: 'Di bidang training, anda tidak bisa banyak berkembang dan aku memutuskan untuk melakukan sesuatu yang sedikit lebih dinamis di dalam perusahaan. Aku merasa bahwa retailing dan selling itu sangat menyenangkan dan aku merasa ini adalah sebuah peluang yang besar.'
Akan tetapi, setelah enam bulan berada disana, Andrews memutuskan bahwa jika dia ingin memanfaatkan peluang yang sebesar-besarnya dimarket perawatan pria, berati dia harus melakukannya sendiri. Dia mengatakan: 'Aku telah ditanya oleh para pria mengenai apa yang bisa aku rekomendasikan untuk digunakan pada kulit mereka dan menyadari bahwa ada potensi yang real untuk market ini.'
Jadi, di tahun 2000 dia memutuskan untuk keluar dari pekerjaannya agar bisa membuka perusahaan mail order-nya sendiri yang menjadi produk-produk perawatan untuk pria. Dia mengatakan: 'Pada awalnya itu cukup menakutkan tapi ku pikir saat itu usia ku sudah 39 tahun dan jika aku tidak melakukannya sekarang maka aku tidak akan pernah berani untuk melakukannya. Aku ingin membuktikan bahwa aku bisa melakukan sesuatu yang benar-benar sukses.'
Dia mulai menemukan seorang partner bisnis, Paul Jameson, yang telah menjalankan sebuah perusahaan elektronik. Dia mengatakan: 'Saya diperkenalkan dengannya melalui seorang teman. Kami tidak benar-benar saling mengenal sebelumnya, tapi kami pernah ngobrol mengenai hal itu dan benar-benar sangat tertarik dengan bisnis ini. Dia sepertinya bisa mengimbangi kemampuan saya.'
Mereka mencoba untuk mendapatkan modal dari investor swasta tapi segera menyadari bahwa tidak satupun investor yang siap untuk market yang belum pernah dicoba tersebut. 'Masa booming dot com telah berakhir dan semua orang merasa panik karena gelembungnya sudah pecah. Orang-orang mengatakan bahwa mereka tidak ingin berinvestasi dalam industri perawatan untuk pria karena bidang tersebut belum dikenal dan mereka tidak benar-benar percaya bahwa pria akan membeli produk-produk seperti itu.'
Pada akhirnya, keduanya berhasil mengumpulkan modal sebanyak £50,000 dari sumber dana mereka sendiri, dimana Andrews menanamkan sebanyak £10,000 yang dia dapat dari menjaminkan rumahnya untuk meminjam uang dari bank dan Jameson menginvestasikan sebanyak £20,000.
Mereka meminjam sisanya dari dua orang anggota keluarga dan masing memberikan pinjaman sebesar £5,000. Sementara itu, Andres mendapat pekerjaan sampingan untuk mengajar pada sebuah sekolah kecantikan selama tahun pertamanya dan suaminya membayar cicilan pinjaman mereka.
Kemudian Andrws dan Jameson membeli beberapa mailing list dan mendapat 100,000 katalog cetak yang dimana teman-teman dan keluarga membantu mereka untuk mengepaknya ke dalam amplop dan mengirimkannya. Mereka mendapat respon yang cukup baik dari surat-surat yang dikirimkan pada calon konsumen, dan segera menyadari bahwa kaum pria umumnya lebih siap untuk mengorder melalui internet dari pada melalui surat. Penemuan inilah yang akan mengubah bisnisnya.
Dia mengatakan: 'Aku tahu bahwa banyak pria diluar sana yang ingin menggunakan produk-produk ini tapi mereka tidak tahu kemana harus mencarinya. Mereka enggan untuk berkeliling toko dan berbicara dengan seorang konsultant. Internet telah membuat mereka menjadi mudah untuk membeli produk-produk yang sebelumnya sulit untuk dibeli, dan membuat kami bisa memberikan banyak informasi kepada orang-orang mengenai hal itu. Kami percaya bahwa jika kami mendidik orang mengenai keuntungan dari produk ini, maka mereka akan mencobanya. Saat ini, sembilan puluh persen penjualan kami terjadi melalui internet.'
Saat bisnisnya berkembang pesat, Andrews dan Jameson menyewa beberapa orang staff dan memindahkan kantornya ke Farnham, dimana mereka juga telah membuka sebuah toko spa disana. Dia mengatakan: 'Kami memperhatikan bahwa perusahaan kami berkembang dengan sangat cepat, baik dalam bidang perawatan pria maupun internet market. Tapi kami mencoba untuk mengontrol perkembangan agar nantinya kami tidak kewalahan.'
Kini perusahannya, Mankind, diharapkan akan bernilai £5.5 juta di tahun 2010. Dan baru-baru ini dia membuka sebuah toko yang khusus didedikasikan untuk perawatan pria di pusat pertokoan Harvey Nichols di daerah Manchester dan Dublin.
Saat ini, Andrews telah berusia 44 tahun dan mempunyai seorang anak. Dia merasa bahwa rahasia kesuksesannya adalah kemampuannya untuk memisahkan perasaannya dari bisnis sehingga dia bisa mengambil keputusan yang lebih praktis.
Dia mengatakan: 'Aku rasa sangat penting bagi siapapun yang ingin memulai bisnis untuk memisahkan sisi emosional dari sisi praktis. Banyak orang yang begitu bersemangat mengenai suatu ide sehingga mereka tidak benar-benar mencari tahu bagaimana konsep tersebut bisa berhasil. Anda harus mempunyai keyakinan terhadap ide anda tapi juga harus memisahkannya dari sisi emosional. Menurut ku, membiarkan emosi mengambil alih itu adalah sebuah kesalahan.'
Itu berarti anda harus benar-benar fokus mengenai bagaimana bisnis tersebut nantinya beroperasi. Dia mengatakan: 'Anda harus selalu mengawasi bagaimana bisnis anda beroperasi. Ini bukanlah tentang memulai bisnis dan menghasilkan uang, melainkan tentang memulai bisnis dan memiliki model bisnis yang benar-benar solid dan efektif.'
Andrews juga sangat berhati-hati dalam membatasi resiko yang bisa ditanggungnya jika ternyata semuanya tidak berjalan sesuai rencana.
Dia mengatakan: 'Aku orangnya sangat hati-hati dan aku selalu memikirkan kemungkinan terburuk apa yang mungkin bisa terjadi. Jika aku bisa menghadapinya, maka aku akan melakukannya. Jika aku ingin melakukan sesuatu yang membuat ku tidak bisa bertahan jika sesuatu yang tidak diinginkan terjadi, maka aku tidak akan melakukannya. Sebagian orang mungkin akan tetap melakukannya, tapi aku tidak.'
Meski dengan pendekatan yang begitu berhati-hati, Andrews selalu mempunyai ide mengenai peluang bisnis lain. Dia mengatakan: 'Aku sangat tertarik dengan market untuk kalangan remaja karena ku pikir area tersebut juga punya potensi yang sangat besar.' Dan memang, dia pernah mencoba untuk membuka toko make-up untuk kalangan remaja, tapi karena harga sewa yang begitu tinggi, dia mengurungkan niatnya.
Ide besarnya yang lain adalah melakukan sesuatu yang berhubungan dengan coklat. Dia mengatakan: 'Aku sangat tertarik dengan industri makanan, terutama coklat. Ku rasa, trendnya di negeri ini sangat berhubungan dengan keinginan orang untuk memakan sesuatu yang menyenangkan dan membuat mereka nyaman.'
Akan tetapi, untuk saat ini, makind tetap menjadi pusat perhatiannya. Dia mengatakan: 'Apa yang memotivasi ku untuk  menjadi sukses dalam industri yang aku sukai ini adalah keinginan yang besar untuk mendapat rasa hormat dari kerabat. Itu memberikan ku semangat yang luar biasa. Aku senang melihat bagaimana kosmetik bisa mengubah orang-orang. Memberikan orang-orang sesuatu yang membuat mereka percaya diri adalah sesuatu yang sangat berharga.'
Sumber : kisah-pengusaha-sukses.blogspot.com

Tidak ada komentar:

Posting Komentar