Kamis, 04 Oktober 2012

Hasil Budidaya Ikan


Kolam dari papan yang dilapisi plastik terpal serta kolam biasa, berderet dari halaman depan sampai depan pintu rumah. Kolam itu tempat mengembangbiakkan ikan gurami, patin, nila dan lele sangkuriang.
Ternyata pondok di pinggir kolam inilah tempat Didi Harianto SP bekerja bersama keluarga dan saudaranya yang merangkap anak buahnya.
Saat ini, di kolam plastik dan 5 petak kolam besar, ia dan karyawannya tiap hari menempatkan, memindahkan, memberi pakan, mengganti air bahkan melayani pelanggan membeli bibit ikan kecil maupun induk ikan. Sudah dua tahun Didi menekuni penampungan dan pembibitan ikan air tawar itu.
Ketekunan ternyata membuahkan hasil. Terbukti secara pelan dan pasti, berkat ikan air tawar itu, sekarang rumah dekat pusat kota sudah terbeli. Bahkan kendaraan roda empat jenis pick up warna hitam terparkir di halaman pondoknya. Tampak cat mobil itu masih “berbau dealer”.
Pasalnya tiap hari selalu saja ada yang datang membeli atau memesan ikan, baik eceran atau ribuan. Bahkan tiap minggu ia harus menyetok 40 sampai 50 ribu bibit ikan untuk memenuhi keinginan konsumen itu. Di pondok pinggir kolam ditemani kopi hangat, Didi bercerita panjang lebar.
Mengaku terlahir di Padang Guci 18 Oktober 1980 dari pasangan Karnol dan Indahyati. Namun pendidikan sekolah dari SD hingga SMA ia tempuh di Manna Bengkulu Selatan. Baru pada tahun 1999 ia hijrah belajar di Jurusan Agronomi Fakultas Pertanian Universitas Negeri Bengkulu.
Lulus 2006, Didi mulai menata kehidupan dengan magang ke negeri Sakura selama tiga tahun. Setelah pulang, hasil keringat di Jepang ia bawa kembali ke Indonesia.
Jiwa wiraswastanya tumbuh, ia kemudian mulai berbisnis pupuk, namun gagal karena kena tipu. Bangkit kembali merintis usaha ikan air tawar, tetapi sempat jatuh lagi tertipu mitra rekanan.
“Saat itu diperkirakan saya dirugikan 70 sampai 80 juta, namun saya tidak kapok ” katanya. Setelah bertemu jodoh dengan Rury Dhamayanti SP yang memberikan buah hati Diaol Haq Hiroshi Harianto, ia kembali termotivasi untuk bangkit.
“Dalam usaha yang paling penting adalah action, yakin, do’a, sedekah, maka rezeki akan datang sendiri. Jangan pernah takut gagal, sebab kegagalan sebagai vitamin menuju kesuksesan.
Yang terpenting adalah istiqomah dan sedekah, karena semua selalu ada campur tangan yang di Atas,” pungkasnya.
Sumber : budidaya-ikan.com

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar