Kamis, 04 Oktober 2012

Es Cendol Raih Jutaan


Dengan berbekal keyakinan dan pengalaman dalam berusaha, siapapun bisa menemukan jalan sukses dalam membangun suatu bisnis. Hal itulah yang terjadi pada sosok Nurul Huda, seorang mantan pedagang es cendol keliling, yang kini telah sukses menjadi pengusaha dibidang kuliner berkat prodak ES CENDOL GADING, yang dirintisnya. Kini, brand ES CENDOL GADING milik pria kelahiran Pekalongan tahun 1975 ini, telah tersebar hingga berjumlah lebih dari 500-an gerai di seluruh Indonesia!
Nurul Huda memang datang dari keluarga penjual es cendol keliling, yang biasa berjualan di daerah Tegalega, Bandung sejak tahun 1990-an. Ia mengaku mempelajari seluruh teknik meramu dan menjual cendol dari kakek dan ayahnya, yang terlebih dahulu terjun sebagai penjual cendol. Dari situlah, menurutnya, resep rahasia cendolnya berasal.
“Saya hanya lulusan SD saja. Jadi modal ilmu saya datang dari keluarga saya yang juga dagang cendol di Tegalega, Bandung. Untuk memulai usaha dagang cendolpun, saya harus kerja serabutan untuk bisa dapat modal. Setelah terkumpul uang Rp. 320.000, baru saya mulai jualan cendol keliling,” kenang Nurul Huda saat  ditemui CiputraEntrepreneurship.com, di salah satu kedainya di Rawamangun, Jakarta Timur.
Garis nasib Nurul Huda pun bergeser saat ia memberanikan diri untuk hijrah ke Jakarta, tahun 1996. Saat itu, ia sengaja memilih daerah-daerah yang cukup ramai untuk menjajakan cendolnya, seperti di daerah Kelapa Gading, Jakarta Utara, dan Glodok, Jakarta Barat.  Ia juga berani beralih dari pedagang keliling, dan menginvestasikan uangnya untuk membeli lapak. Pertaruhannya pun berujung manis. Es Cendol miliknya laris manis diburu penggemar kuliner Jakarta.
“Saat awal jualan di daerah Glodok, dagangan saya laku keras. Dalam sehari, omzet saya bisa lebih dari Rp. 1 juta. Saat itu belum banyak pedagang cendol yang selaris itu. Jadi geger dunia percendolan,” Ucap Nurul Huda, sambil tertawa lepas.
 Sadar akan potensi es cendol racikannya, Nurul Huda pun berkeinginan untuk mengembangkan usahanya. Ia sadar, dengan hanya mengandalkan pengalaman dalam berdagang, kesuksesan akan sulit dikejarnya. Lalu, mulailah ia mempelajari dunia pemasaran secara lebih serius dari pengusaha kuliner lain yang menurutnya lebih sukses darinya. Melalui mentornya pula, Nurul Huda pun mengenal sistem kemitraan yang akhirnya memungkinkan usahanya untuk tersebar ke seluruh Indonesia.
“Dari tahun 2003 sampai 2005, saya belajar bagaimana berusaha dan berbisnis dari mentor saya, pak Wahyu Saidi, Bos Bakmi Tebet. Lalu saya rajin ikut seminar dan pemeran produk-produk UKM, sampai pada akhirnya tahun 2005 saya mengenal dan memilih sistem waralaba untuk melebarkan usaha saya,” ujar Nurul Huda. 
Saat awal diperkenalkan, brand ES CENDOL GADING cukup mendapatkan perhatian yang cukup besar dari masyarakat. Hal itu karena, Nurul Huda menawarkan paket yang kecil bagi mitranya untuk memulai usaha. Dengan bermodal Rp. 3 Juta saja, brand ES CENDOL GADING langsung bisa dipasarkan oleh mitra.
“Waktu itu karena tidak ada pemain yang kecil, dan baru hanya saya saja, jadi ramainya luar biasa. Dari situlah prodak saya booming luar biasa hingga banyak orang tertarik menjadi mitra saya. Konsepnya mudah, praktis, dan mudah dijalankan, jadi siapa saja bisa jadi mitra kami. Kalau saat ini cukup dengan modal awal Rp.5 juta untuk dalam kota, dan Rp. 7.5 juta (luar kota) siapapun sudah bisa menjadi mitra,” jelas Nurul Huda.
Sebagai seorang wirausahawan, Nurul Huda pun selalu berusaha untuk mengembangkan prodaknya agar lebih disukai pelangganya. Mulai dari pengemasan, hingga inovasi prodakpun dijalankan. Nantinya, Ia berharap agar brand ES CENDOL GADING bisa dikenal di seluruh Indonnesia sebagai sebuah brand kafe resto yang meyajikan beragam jenis kuliner, selain es cendol.
“Kami mengembangkan beragam jenis cendol, seperti cendol beras merah, cendol nangka, dan duren. Saya ingin agar kami tidak hanya menjual cendol saja, tapi beragam makanan yang juga memiliki rasa yang khas, semacam kafe atau restoran,” tambah Nurul Huda.
Lepas dari semua kesuksesannya, Nurul Huda tetap belum puas atas pencapaiannya. Baginya seorang wirausahawan harus terus menjaga etos kerja yang tinggi, dan terus menjaga mimpi kesuksesannya.
“Kalau kita punya niat, segala macam usaha pasti bisa kita jalanain. Lalu dengan niat, usaha kita pasti akan berjalan baik. Sering orang punya niat, tapi hanya setengah. Jadi kalau dari awal niat kita sudah yakin bisa, saya yakin jalan usaha kita akan dimudahkan,” pungkas Nurul Huda menutup percakapan. 
Sumber : wirasmada.wordpress.com

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar