Kamis, 27 September 2012

Sukses Bukan untuk Gelar Sarjana Saja

Sebut saja namanya Agus anak ini hanya berbekal pendidikan SMP karena saat dia bersemangat mengenyam pendidikan ia harus pupus dan berhenti pada tingkatan SMP dikarenakan ayah dan ibunya terpaksa harus berpisah karena masalah ekonomi dan keluarga Agus yang hanya berbekal pendidikan SMP tersebut kemudian mencoba mengadu nasib untuk merantau ke Jakarta .

Agus kemudian mencari pekerjaan dengan tujuan untuk menimba pengalaman dan mencari uang di perantauan kota Jakarta seperti layaknya teman teman sedaerahnya. Agus yang berlatar belakang pendidikan hanya SMP tersebut kemudian di terima sebagai penjaga toko . Dua tahun berlalu Agus menjadi penjaga toko di sebuah toko peralatan perumahan di Kelapa gading Jakarta utara.

Dua kali berturut turut agus menjadi pemudik saat lebaran ia pun bisa berkumpul dengan ayah serta adiknya di kampung untuk bertemu dengan sanak saudaranya saat lebaran.

Agus memang menjadi harapan penopang ekonomi keluarganya yang telah tercerai antara ayah dan ibunya yang akhirnya hidup terpisah. Dua tahun sudah agus menjadi perantauan yang mengadu nasib berbekal ijazah SMP yang ia kantongi berusaha bekerja keras untuk memenuhi harapan ayahnya .

Hingga suatu saat ayah agus menderita sakit dimana agus harus menunggui karena adik perempuan dari agus juga berada di perantauan mencari uang sebagai baby sister , karena agus adalah anak pertama maka ia akhirnya mengalah untuk menunggui ayahnya lagi pula di rasakan oleh agus bahwa selama dua tahun menjadi perantauan ia tak segera mendapatkan hasil seperti yang di harapkan.

Rumah yang di tempatinya  malah semakin usang dan tak terawat karena bapaknya hanya tinggal sendirian sementara uang kiriman dari agus hanya habis untuk biaya hidup saja.

Memang susah yang di alami agus , mestinya banyak juga agus yang lain yang ketika sekedar mengandalkan ijazah SMP kemudian untuk membekali diri mencari pekerjaan di Jakarta , tentu saja harus di akui paling banter yah jadi penjaga toko, tukang kebun , office boy atau sekelasnya yang sudah barang tentu dengan gaji yang sekedar pas untuk hidup , dan jikala harus sebagai penopang keluarga nya yang di kampung tentu saja tidak akan mencukupi.

Agus yang hanya berbekal Ijazah SMP tentu saja tidak mungkin bersaing di perantauan seperti teman teman yang lain sedesanya yang rata rata mengantongi ijazah SLTA dan mampu bekerja di Pabrik maupun perusahan perusahaan yang lumayan bergensi dan mampu memberi gaji yang cukup.
Belum lagi Agus harus berbagi pikiran untuk mengurus ayahnya yang sendirian di rumahnya tentu sangat lah dilematis apa yang di alami Agus.

Agus akhirnya memberanikan diri untuk menggaduh ( memelihara dengan sistem bagi hasil dari investor ia hanya merawat dan dapat separuh dari keuntungan ), Agus kemudian menggaduh ternak kambing dan menyederhanakan pola pikirnya untuk beternak kambing etawa walaupun di awali dengan system gaduh, karena Agus belum memiliki modal untuk membeli kambing.

Pada awal ia menggeluti peternakan memang masih terlalu kaku dan banyak hal yang ia harus pelajari dalam usaha beternak kambing etawa namun lama kelamaan ia menemukan  dunianya .
Hanya butuh beberapa jam dalam satu hari untuk mengurus ternaknya tentu saja ia tetap bisa melakukan pekerjaan yang lain seperti mengurus kebun dll simpelnya ia menjadi petani dan peternak untuk keseharian nya.

Hari hari ia nikmati sebagai seorang peternak kambing etawa dan sebagai petani, tanpa terasa dua tahun sudah ia benar benar menjadi peternak kambing yang cukup mampu dalam segi pengetahuan di bidang peternakan kambing etawa yang berawal dari menggaduh,  kini sedikitnya telah memiliki 8 ekor kambing di luar jatah kambing yang ia pergunakan untuk memperbaiki rumah serta mencukupi kehidupan sehari hari dan prestasi yang lain kini agus telah mampu membeli kendaraan roda dua sendiri selayaknya para remaja di kampung kami untuk mobilitas kegiatan nya sehari hari.

Belum lagi di sisi lain agus telah banyak memiliki pohon mahoni serta kekayuan seperti albasiah yang ia tanam di selasela ia mengurus kambing yang juga merupakan aset kekayaan ekonomi untuk dirinya.

Agus memang tak lagi menenteng ijazahnya yang sekedar tamatan SMP untuk mencari pekerjaan, namun hari ini ia telah mampu menunjukan pada setiap orang yang pernah melecehkan dalam kehidupannya karena hanya berijazah SMP namun tetap bisa eksis untuk mandiri mengidupi diri dan keluarganya tanpa bergantung pada majikan atau perusahaan .

Agus akhirnya tetap mensyukurinya walau ia berijazah SMP, namun dalam benaknya selalu tertanam pikiran selagi ia mau belajar dan mau mempelajari apapun ia tetap bisa untuk mengikuti perkembangan dunia Technologi atau pun ilmu yang lain , dan iapun dengan rajin mengikuti perkembangan Internet walau bermula dari sekedar Face book kemudian merambah ke dunia blogg  .
Dua tahun berlalu sudah ia menjadi peternak dan petani memang mungkin belum terlalu nampak segnifikan kesuksesanya namun jikala kita perbandingkan dengan teman teman sedaerahnya yang berijazah di atas SMP ia masih mampu untuk mensetarakan dirinya baik secara ilmu pengetahuan maupun strata social ekonomi.

Hidup ini memang untuk belajar dan putuskan rantai kemiskinan dari belajar sebab jikala kita tidak mau belajar alias malas akhirnya akan menjadi bodoh setelah bodoh menjadi malas kemudian menjadi tidak mampu dan berlanjut menjadi miskin berakhir menjadi putus asa   …..putuskan rantai itu dari belajar

Tamatan SMP mungkin di anggap pendidikan yang masih menengah, namun itu hanyalah sekedar ijazah formal, bagi yang tak mampu sekolah secara formal tentu saja jikala mereka mau belajar tetap mampu untuk mengikuti perkembangan ilmu di manapun.
Hari ini Agus masih dalam perjalanan untuk menjadi pengusaha  dan itu tidak menutup kemungkinan Agus akan benar benar menjadi peternak handal atau pengusaha Yang besar dalam bidang peternakan serta  mumpuni  dalam bidang usaha peternakan walau ia hanya berijazah SMP. Kisah ini didasari kisah nyata Agus dalam perjalanan dan di tujukan untuk memotivasi teman teman yang harus putus sekolah di SMP.

Agus sangat dekat dengan saya dan hampir setiap hari juga meluangkan waktunya untuk merenangi dunia maya mudah mudahan dia akan menemukan bagian hidupnya di dunia maya juga.

Sumber : gunungkelir.com/

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar